7 Cara Mengatur KeuanganSemua orang yang ada di dunia ini pasti membutuhkan uang untuk mencukupi kebutuhan. Memang uang bukanlah segalanya, namun segalanya membutuhkan uang. Maka tidak heran jika seseorang berlomba-lomba untuk mendapatkan banyak uang. Dengan tujuan ingin menjadi kaya raya sehingga bisa mendapatkan apapun yang diinginkan.

Orang kaya tidak akan selamanya menjadi kaya jika dia tidak tahu bagaimana cara mengatur keuangan. Setiap manusia diberi anugerah oleh Tuhan berupa akal pikiran yang dapat digunakan manusia untuk selalu belajar memperbaiki diri. Saat ini Indonesia sedang berada dalam masalah ekonomi, dimana semua barang di pasar harganya mahal.

Sebagaimana dalam prinsip ekonomi “Mendapatkan sesuatu yang sebesar-besarnya dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya”. Hal ini dapat Anda lakukan jika Anda mengetahui cara mengatur keuangan. Banyak pengusaha kaya yang tiba-tiba hartanya disita oleh Bank karena bangkrut dan tidak bisa melunasi semua hutang yang ada. Anda pastinya tidak ingin mengalami hal yang sama, bukan?  Berikut ini ada 7 cara mengatur keuangan untuk menghidari kesalahan dalam mengelola keuangan.

7 Cara Mengatur Keuangan
1. Utamakan kebutuhan

Pasti Anda pernah bertemu atau mengalami sendiri, mempunyai gaji yang banyak tapi masih saja habis atau bahkan kurang untuk memenuhi kebutuhan. Hal ini dikarenakan orang lebih sering membelanjakan uangnya untuk hal-hal yang mereka sukai tapi mengesampingkan kebutuhan. Sehingga pada saat harus membeli barang yang dibutuhkan mereka akan kekurangan uang.

Manusia cenderung hidup boros, mengeluarkan uang hanya untuk barang yang sebenarnya tidak dia butuhkan. Agar terhindar dari sifat boros, cobalah untuk membuat daftar prioritas kebutuhan. Dari daftar tersebut urutkan manakah barang yang benar-benar Anda butuhkan saat ini, kemudian tulis di  urutan pertama. Hindari membeli barang yang hanya karena “ingin” saja.

2. Jangan tergoda dengan rayuan para penjual

Penjual dimanapun itu pasti berharap dagangannya laris manis, berbagai cara mereka gunakan untuk menarik hati para pembeli. Termasuk memberikan promosi yang bisa membuat para pembeli tergoda. Membeli barang saat promosi memang lebih ringan, selisih harganya bisa Anda simpan untuk ditabung. Namun, jika Anda membeli barang promosi pada waktu yang tidak tepat maka bukannya menyimpan uang, Anda justru akan boros.

Karena saat ini banyak pula penjual yang menggunakan teknik promosi dengan cara menaikkan harga asli setinggi-tingginya, kemudian diberikan potongan, seakan-akan penjual hanya mendapat untung sedikit. Teknik ini memang cukup ampuh untuk menipu para pembeli.

3. Selalu cek harga yang lebih murah

Jika Anda ingin membeli barang, biasakan untuk mengecek harga barang tersebut dibeberapa toko. Kemudian bandingkan harga dari beberapa toko tersebut. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan harga yang paling murah di antara toko-toko tersebut. Bahkan jika Anda cukup jeli, selain mendapatkan harga lebih murah, Anda bisa mendapatkan bonus yang lebih banyak.

Karena setiap toko yang menjual barang yang sama akan saling bersaing untuk mendapatkan banyak pelanggan, sehingga mereka akan memberikan penawaran yang menarik. Persaingan antar toko bisa Anda manfaatkan untuk mendapatkan barang bagus dengan harga yang lebih murah.

4. Belajar menabung dan investasi

Sebagian besar orang merasa sulit jika diminta menyisihkan sebagian uangnya untuk ditabung, apalagi berinvestasi. Hal ini dikarenakan mereka terbiasa membelanjakan semua gajinya di awal bulan, hingga tidak ada yang tersisa untuk ditabung. Sebenarnya menabung bukanlah hal yang sulit, menabung juga tidak perlu dalam nominal yang tinggi.

Ingatkah Anda akan unkapan “Sedikit demi sedikit nanti akan menjadi bukit”? Ungkapan tersebut benar adanya, meskipun Anda hanya menabung 2,5 persen dari pendapatanmu, itu jauh lebih baik daripada tidak menyisihkan sama sekali. Uang tabungan dan investasi bisa Anda gunakan untuk menghadapi permasalahan keuangan di masa mendatang. Anda hanya bisa memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan, tapi hanya Tuhan yang dapat memastikannya. Jadi, mulailah untuk berinvestasi dari sekarang.

Jika Anda merasa kesulitan menabung di akhir bulan, maka sebaiknya menabunglah di hari pertama Anda memperoleh gaji. Sehingga tidak ada lagi alasan bagi Anda untuk tidak menabung karena uang sudah terlanjur habis untuk berbelanja bulanan.

5. Jangan jadikan kaya sebagai pedoman hidup

Warren Buffet, salah satu orang terkaya di dunia, pernah berkata dalam sebuah wawancara, “… jadilah investor jangka panjang, nikmatilah hasil investasi tersebut secukupnya. Sisanya berikan kepada orang lain yang membutuhkan.”

Banyak orang kaya yang justru ingin kaya bukan karena dirinya sendiri melainkan untuk membantu orang lain. Tujuan hidup mereka bukanlah menjadi kaya raya, namun menjadi orang yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Caranya yaitu dengan menjadi kaya dan membagi kekayaan kepada orang yang membutuhkan.

6. Pisahkan antara uang dan hubungan pribadi

Permasalahan keuangan adalah hal yang sangat sensitif. Jangan sampai Anda mencampurkan antara urusan pribadi dengan uang. Meskipun dengan keluarga atau teman sendiri, permasalahan uang harus dibicarakan secara serius agar tidak terjadi kesalahpahaman dan menimbulkan pertikaian di masa mendatang.

Seringkali uang menjadi penyebab rusaknya sebuah hubungan. Baik itu antara suami dan istri yang tidak mendapatkan nafkah, antara teman yang berhutang tapi tidak kunjung dikembalikan, atau antar saudara kandung berebut warisan. Jadi, berhati-hatilah jika menyangkut masalah keuangan.

7. Gunakan catatan keuangan

Buatlah catatan keuangan yang berisi pendapatan dan pengeluaran Anda setiap harinya. Untuk apa saja uang tersebut Anda keluarkan. Hal ini untuk menghindari pembelian barang-barang yang tidak perlu dan untuk membantu anda untuk mengevaluasi keuangan anda secara lebih mudah.

Anda bisa menerapkan ke 7 cara mengatur keuangan tersebut agar Anda tidak mengalami masalah keuangan di masa mendatang.