Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang  bisa menjadi panutan para pegawainya, bukan hanya bisa menyuruh dan memarahi jika pegawainya salah. Anda yang saat ini menjadi seorang pegawai atau karyawan sebuah perusahaan pasti pernah menemui seorang pemimpin yang kerjanya menyuruh saja. Tapi ada juga pemimpin yang menjadi idola pegawai karena pintar dan baik kepada pegawai.

sikap pemimpin yang baik
Mark Zuckerberg (pemilik facebook) sedang berinteraksi dengan pegawainya

Jika suatu saat Anda bisa menjadi seorang pemimpin, cobalah untuk menjadi pemimpin yang bisa menjadi panutan bagi pagawai Anda. Membuat para pegawai senang dengan pekerjaannya, merasa nyaman saat bekerja, sehingga hasil pekerjaannya juga bisa memuaskan dan tentunya akan menguntungkan perusahaan. Sebaliknya, jika Anda sebagai pemimpin hanya menyuruh dan memarahi saja, maka akan mengganggu kinerja pegawai Anda. Mereka akan tertekan dan tidak melakukan pekerjaan secara maksimal karena hati dan pikirannya lelah, merasa tidak dihargai oleh pemimpin.

5 sikap seorang pemimpin yang baik
1. Tulus

Memang sebagai seorang pemimpin Anda harus selalu menjaga citra diri Anda di depan para pegawai. Namun, bukan berarti Anda tidak bisa berbaur dengan mereka, bertanya apakah mereka ada kesulitan atau tidak, bagaimana target mereka, apa yang mereka kerjakan saat ini, dan pertanyaan lainnya.

Menjadi pemimpin yang tegas bukan berarti galak dan tak acuh dengan pegawai. Saat Anda bersikap toleran dengan pegawai Anda, dan peduli dengan keadaan mereka, maka dengan sendirinya mereka juga akan peduli dengan Anda dan perusahaan Anda.

Sikap tulus yang Anda tunjukkan kepada mereka akan membuat mereka menghargai Anda. Tidak bekerja secara terpaksa dan ala kadarnya saja. Hubungan baik antara pemimpin dan pegawai akan mempengaruhi kondisi perusahaan.

2. Mendengarkan dan belajar dari pegawai

Pemimpin yang baik terbiasa berbaur dengan para pegawai diwaktu luang. Hal ini membuat Anda bisa belajar dari mereka. Tidak ada salahnya bukan, belajar dari bawahan kita? Alasan Anda menerima mereka di perusahaan Anda adalah karena mereka mempunyai skill yang dibutuhkan di perusahaan Anda. Bisa jadi ada skill dan pengalaman mereka yang tidak Anda miliki. Kita bisa belajar darimana saja dan dengan siapa saja, termasuk dengan para pegawai.

Selain itu, Anda juga bisa mendengarkan keluh kesah mereka, masalah yang sedang mereka alami. Sehingga Anda tidak langsung memarahi mereka jika ada pekerjaan mereka yang kacau, karena bisa jadi penyebabnya adalah mereka sedang mempunyai masalah besar.

3. Memberi dan menerima saran

Manusia bukanlah makhluk yang sempurna, sebaik apapun seseorang pasti pernah melakukan kesalah, termasuk Anda seorang pemimpin. Jadi jangan pernah menganggap apa yang Anda lakukan selalu benar. Sesekali mintalah pendapat dan saran dari para pegawai Anda, untuk memperbaiki kinerja Anda. Karena kita membutuhkan orang lain untuk mengetahui baik tidaknya diri kita.

Saat Anda melihat pegawai yang salah dalam melakukan pekerjaannya, Anda bisa menegur mereka. Sebaliknya, jika Anda yang salah mereka tidak akan berani menegur Anda. Jadi sebaiknya, pada saat diadakan pertemuan, mintalah mereka untuk menilai diri Anda. Menyampaikan aspirasi mereka tentang kepemimpinan Anda. Sehingga Anda bisa mengevaluasi diri Anda dan menjadi seorang pemimpin yang baik.

4. Berani mengakui kesalahan

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang berani mengakui kesalahannya. Tidak ada yang namanya pemimpin selalu benar dan pegawai selalu salah, karena keduanya sama-sama manusia. Saat seseorang melakukan kesalahan, seharusnya yang dilakukan adalah mengakui kesalahan dan meminta maaf. Begitu juga saat Anda sebagai pemimpin melakukan kesalahan. Jangan merasa sungkan untuk mengakui kesalahan Anda dan meminta maaf.

Seseorang yang bersembunyi dibalik kesalahannya hanyalah seorang pengecut. Coba tanyakan kepada diri Anda, apakah Anda seorang pengecut atau bukan? Jika bukan, cobalah meminta maaf saat Anda melakukan kesalahan terhadap pegawai Anda. Tenang saja, Anda tidak akan diremehkan mereka, malahan jika Anda menyembunyikan kesalahan Anda bisa jadi mereka tidak lagi hormat saat dibelakang Anda.

5. Bersikap positif

Sebagai pemimpin yang ingin menjadi panutan pegawai, sudah seharusnya Anda bersikap positif. Apa jadinya jika Anda sebagai pemimpn melakukan hal-hal negatif, pegawai tidak akan hormat kepada Anda. Pemimpin yang baik bukanlah yang ditakuti oleh pegawai, melainkan pemimpin yang dihormati dan disegani para pegawai.